Joint Use Forum »

Cara Mengurangi Keasaman Pada Tanah Gambut

(1 post)
  • Started 3 months ago by zutens

Tags:

No tags yet.

  1. zutens
    Member

    Tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk berasal dari sisa tumbuhan yang busuk sehingga mengakibatkan pada type tanah selanjutnya miliki kandungan bahan organik yang tinggi. Di Indonesia, terkandung 2 macam gambut yakni gambut topogen yang terbentuk dari genangan air yang terhalang sistem drainasenya yang terdapat di tanah cekung semisal di pedalaman serta gambut ombrogen yang punya unsur hara terbatas. Namun, untuk menjadikan tanah gambut yang mempunyai pH asam menjadi fasilitas tanam, diperlukan beberapa cara pengolahan.

    Untuk menstabilkan tanah gambut, terkandung sebagian cara. Yang bisa kita lakukan seperti berikut

    Pertama yaitu cara kimia yang memakai bahan kimia buatan untuk bisa menyuburkan tanah. Cara yang terhitung didalam cara kimia yakni pengapuran, pemupukan dan penyemprotan herbisida. Cara pengapuran adalah bersama memberi kapur ke tanah gambut. Tujuan dari pengapuran yaitu:

    # Menaikkan pH tanah supaya tanah punyai unsur hara yang sebanding dan Al punya ciri-ciri netral.
    # Meningkatkan KTK atau Kapasitas Tukar Kation.
    # Menetralisir Al supaya tidak meracuni tanaman.

    Cara ke dua untuk menetralkan tanah gambut adalah bersama dengan melaksanakan pemupukan. Caranya adalah bersama dengan tingkatkan unsur hara tapi kudu diperhatikan sebagian hal agar pemupukan bisa berjalan maksimal. Diantaranya yaitu:

    # Waktu bantuan pupuk yang tepat supaya tidak membawa dampak unsur hara hilang sebab terbawa aliran air. Misalnya pemupukan N pada tanaman semusim dengan pas 2 kali yakni saat tanam dan dikala puncak pertumbuhan, pupuk P dan K hanya sekali diberikan yakni pada saat tanam.
    # Penempatan pupuk berada di daerah kesibukan akar sehingga terserap sempurna.
    # Dosis pupuk kudu cocok bersama dengan kebutuhan tanaman.

    Penyemprotan herbisida untuk menekan pertumbuhan berasal dari gulma supaya tidak membeli air dan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Dalam penggunaan herbisida, mesti sesuai bersama dengan persentase atau dosis, sementara dan juga penempatan yang cocok bersama tipe gulma yang hendak diberantas. Jika penggunaannya berlebihan, dapat dapat membahayakan tanaman yang ditanam, keracunan terhadap pengguna dan juga terjadinya pencemaran lingkungan.

    Ketika tanah telah dinetralkan berasal dari tanah gambut ke tanah yang layak untuk dijadikan sebagai fasilitas tanam bagi sebagian tanaman yang butuh tanah yang mengandung banyak unsur hara, Anda juga mesti melakukan penanggulangan masalah pada tanah masam.

    Cara yang bisa dilaksanakan untuk bisa menjaga kesuburan dari tanah masam termasuk tanah gambut adalah dengan langkah menanam tanaman tahunan dan tanaman semusim terhadap selagi yang sama pada sebidang tanah yang sama.

    Alternatif lain untuk menambah perkuatan tanah basic yaitu dengan pemakaian geotextile woven geotextile woven atau non woven sanggup mengimbuhkan pertimbangan lain secara ekonomis dan struktur. geotekstil adalah suatu bahan geosintetik yang berupa lembaran serat sintetis tenunan dan tambahan bahan anti ultraviolet.
    Fugsi Geotextile ini membawa berat sendiri yang relatif ringan. Akan tetapi membawa kekuatan tarik yang memadai besar untuk menerima beban diatasnya. Keunikan utama geotextile adalah konsistensi mutu sebagai product industri permanen dan amat kompetitif didalam harganya. Namun relatif mudah dan tidak mahal penerapannnya untuk perkuatan tanah dasar, serta hasil akhir yang mempunyai berlebihan pada lain:
    # Menjaga penurunan tanah dasar yang lebih seragam.
    # Meningkatkan kemampuan tanah basic dan memperpanjang usia sistem.
    # Mengurangi ketebalan agregat yang dibutuhkan untuk menstabilkan tanah dasar.
    Pemakaian kanoppel dan geotextile ini diinginkan akan memberi tambahan keuntungan pada lain :
    # Memberikan lantai kerja bagi kendaraan konstruksi untuk pelaksanaan penimbunan selanjutnya.
    # Mencegah kontaminasi dan kehilangan material timbunan.
    # Mengurangi volume material timbunan dan biaya.
    Dari sebagian pengamatan yang menyimpulkan secara kasar bahwa ongkos jual geotextile lebih tinggi dibandingkan dengan pemakain kanoppel atau galar kayu.

    Tujuan dari penanggulangan tersebut adalah untuk mempertahankan tanah sehingga senantiasa mampu menjadi lahan tanam dan meminimalkan hilangnya air, tanah dan juga hara. Sehingga, hasil memproses menjadi maksimal dan sanggup dijalankan secara berkesinambungan tanpa terdapatnya kerusakan atau degradasi pada sumber kekuatan lahan yang lain yang ada di sekitarnya.

    Posted 3 months ago #

RSS feed for this topic

Reply

You must log in to post.