Joint Use Forum »

Kisah Batu yang Menangis

(1 post)
  • Started 2 months ago by zutens

Tags:

No tags yet.

  1. zutens
    Member

    Disebuah gunung yang jauh dari desa, didaerah Kalimantan
    hiduplah seorang janda miskin dan seorang orang gadisnya.

    seorang gadis janda itu terlalu cantik jelita.
    akantetapi sayang, ia mempunyai tabiat yang terlalu buruk. Gadis
    ia benar-benar pemalas, tak
    pernah menopang ibunya
    melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah. Kerjanya
    cuma bersolek tiap tiap hari. grosir makanan kucing grosir makanan kucing

    Selain pemalas, anak gadis itu itu sikapnya manja sekali.
    Segala permintaannya wajib dituruti. Setiap kali diapun
    menghendaki suatu hal kepada ibunya
    wajib dikabulkan, tanpa memperdulikan
    suasana ibunya yang miskin, setiap hari
    perlu membanting tulang melacak sesuap nasi.

    Pada suatu hari anggota gadis itu diajak ibunya turun ke desa untuk berbelanja.
    terdapat pasar desa itu terlampau jauh,
    agar mereka wajib terjadi
    kaki yang cukup melelahkan. anggota gadis itu
    berlangsung melenggang bersama dengan
    kenakan pakaian yang bagus dan
    bersolek supaya orang dijalan yang terpantau
    nanti dapat mengagumi kecantikannya. waktu itu ibunya
    berjalan dibelakang sambil mempunyai keranjang
    bersama dengan baju
    sangat dekil. akan tetapi
    dia hidup dibagian terkecil, tidak
    seorang menyadari bahwa
    ke dua perempuan yang berlangsung itu adalah ibu dan anak.

    Ketika mereka merasa memasuki
    desa, orang-orang desa melihat mereka. Mereka begitu
    terpesona melihat kecantikan

    anak gadis itu, lebih-lebih para
    pemuda desa yang tak puas-puasnya lihat wajah gadis
    itu. jika ketika
    menyaksikan seseorang yang terjadi
    dibelakang seorang gadis itu, sungguh kontras keadaannya. Hal tersebut
    menyebabkan orang bertanya-
    tanya.

    Di pada orang yang melihatnya itu, seorang pemuda mencapai dan
    menanyakan kepada gadis itu, “Hai, anggota gadis cantik. jika
    yang berjalan dibelakang itu ibumu?”
    Namun, apa jawaban anak gadis itu ?
    “Bukan,” katanya bersama dengan angkuh. “Ia adalah pembantuku !”
    Kedua ibu dan anak itu lantas meneruskan perjalanan.
    Tak seberapa jauh, mendekati ulang seorang pemuda dan menanyakan
    kepada anak gadis itu.
    “Hai, manis. Apakah yang berlangsung dibelakangmu itu
    ibumu?”
    “Bukan, bukan,” jawab gadis itu bersama dengan mendongakkan kepalanya. ”
    dia adalah budakk!”
    Begitulah setiap gadis itu berjumpa
    bersama seseorang disepanjang jalan yang
    bertanya perihal ibunya,
    selalu jawabannya itu. Ibunya diperlakukan sebagai pembantu atau
    budaknya.

    Pada awalnya mendengar jawaban putrinya yang durhaka
    jikalau ditanya orang, si ibu tetap
    bisa menghindar diri. Namun
    sesudah berulang kali didengarnya jawabannya sama dan yang
    benar-benar menyakitkan hati, selanjutnya si ibu yang malang itu tak sanggup
    menghambat diri. Si ibu berdoa.

    “Ya Tuhan, hamba tak kuat menghindar hinaan ini. Anak
    kandung hamba begitu teganya memperlakukan diri hamba sedemikian rupa. Ya, tuhan hukumlah
    anak durhaka ini ! Hukumlah dia….”

    Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah
    jadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki.
    Ketika perubahan itu sudah meraih
    setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya.

    ” Oh, Ibu..ibu..ampunilah saya, ampunilah kedurhakaan anakmu selama ini.
    Ibu…Ibu…ampunilah anakmu..” Anak gadis itu konsisten meratap dan menangis
    memohon kepada ibunya. Akan tetapi, semuanya
    telah terlambat. Seluruh tubuh gadis itu kelanjutannya berubah jadi batu. Sekalipun menjadi batu,
    tetapi orang bisa
    lihat bahwa ke dua matanya masih
    menitikkan air mata, seperti tengah menangis. Oleh dikarenakan itu, batu yang berasal dari gadis yang mendapat kutukan ibunya itu
    disebut ” Batu Menangis “.

    Demikianlah cerita bersifat legenda ini, yang oleh
    penduduk setempat dipercaya bahwa kisah itu
    terlalu pernah terjadi. Barang siapa yang
    mendurhakai ibu kandung yang sudah melahirkan dan membesarkannya, tentu
    tingkah laku laknatnya itu dapat mendapat hukuman
    berasal dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
    Home | Members Area | Free Article Spinner | Privacy Poli

    Posted 2 months ago #

RSS feed for this topic

Reply

You must log in to post.