Joint Use Forum »

Kisah Seorang Ibu yang Penyabar

(1 post)
  • Started 3 months ago by donniislami

Tags:

  1. donniislami
    Member

    Kisah ini terjadi disalah satu wilayah Kabupaten di Jawa Tengah. Sebut saja Ibu Fulanah, ibu dari 3 orang anak, seorang istri yang soleha dan perempuan yang sangat baik hati. Dan suaminya ialah sibuk berbisnis green tea bubuk green tea bubuk dan kerap sekali main perempuan.

    Tapi si Ibu ini selalu setia dan menerima pasangan hidupnya apa adanya dengan lapang dada. Di kesehariannya dia tak pernah mengeluh tentang sempitnya kehidupan didunia. Di tiap jum’at malam si Ibu ini selalu menyempatkan diri untuk membaca surat yasin.

    Terakhir saya bertemu si Ibu di penghujung tahun 2010 pada acara khitanan sepupu saya di daerah Jawa Tengah. Di waktu itu istri saya lagi hamil anak pertama saat beliau sedang bantu sohibul hajat, yang merupakan masih ada hubungan soudara. Pada saat itu istri saya bertanya kepada beliau yang kebetulan sedang menggoreng pia-pia atau bakwan jagung:

    “nama makanan ini apa ya Bude”.

    Dengan suara yang lembut si Ibu menjawab;

    “Kalo di daerah sini namanya pia-pia”.

    kemudian istri saya bertanya kepada saya:

    “Yah, pia-pia itu makanan apa sih?”.

    Saya pun menjawab:

    “Pia-pia adalah nama lain dari bakwan jagung”

    Istri saya pun menjawab:”

    “Oh seperti itu ya”.

    Sesudah dari acara tersebut selesai saya dan istri pun Langsung pergi untuk berkunjung ke mbah perempuan dari istri saya. Dalam perjalanan dari tempat sepupu saya kebetulan berbarengan dengan si Ibu sekeluarga yang hendak pulang ke kediammannya juga.

    Dan jarak antara kediaman beliau dan mbah putri pun tidak terlalu jauh. Namun dikarenakan rumah Mbah putri lebih dekat dibanding dengan kediaman beliau, saya dan istri pun berhenti terlebih dulu. Dan sekalian berpamitan pulang sama si Ibu.

    Akan tetapi sekitar Ramdahan tahun 2012 si Ibu tiba-tiba sakit keras dan harus dirawat ke rumah sakit setempat. Dan ditunggu oleh suaminya saja. Di suatu waktu dokter meminta agar si Ibu untuk minum obat. Ketepatan pada waktu itu adalah bulan puasa. Akan tetapi dengan alasan beliau lagi puasa maka beliau enggan minum obat dan berkata:

    “ Saya ini sedang berpuasa jadi saya tidak bisa minum obatnya sekarang”.

    Kemudian dokter pun menyuruh suaminya agar beliau mau meminum obatnya dan berkata:

    “Bapak, saya mohon bantuannya agar bapak dapat merayu istri bapak untuk meminum obatnya, Saya Khawatir apabila beliau enggan meminum obatnya sekarang maka hanya akan memperparah kondisinya”.

    “Baik Dok”. Jawab Suami beliau.

    Suaminya pun langsung membujuk si Ibu untuk meminum obatnya. Namun lagi-lagi si Ibu menolak permintaan suaminya. Dan berkata:

    “ Saya ini sedang puasa jadi saya tidak akan minum obatnya sekarang, Pada dasarnya wajib untuk seorang istri dalam menaati apa yang diperintahkan suaminya dalam yang disyari’atkan Allah SWT, akan tetapi tidak boleh patuh jika suami menyuruh kejelekan dan yang dilarang oleh Rabb Semesta Alam”.

    Setalah itu suaminya pun hanya dapat berdiam diri saja. Tak lama sesudah kejadian itu beliau pun kritis tidak sadarkan diri sampai berhari-hari lamanya. Dan keluarga beliau mengambil keputusan agar membawanya pulang agar dirawat di rumah saja.

    Setibanya dirumah keadaan si Ibu masih saja tak sadarkan diri sampai tetangga-tetangga beliau banyak yang berkunjung membesuk. Dan beberapa tetangganyapun ada yang berinisiatif agar membacakan surat Yasin secara berjamaah.

    Diawali dengan pembacaan Surah Al-fatihah yang dibaca dengan khusyu. Tetapi kejanggalan terjadi pada saat para jamaah akan memulai untuk mengaji surah Yassin. Subhanallah, Allah yang memilki segala kuasa dan atas izin dan rahmatnya, beliau pun sat itu tersadar dari komanya seperti orang yang sehat wal afiat tidak kurang sedikit apapun. Dan jamaah-jamaah pun terkaget-kaget dan begitu terkejut dengan kejadian ini apalagi si Ibu Cuma berkata kepada orang banyak yang berada dikediamannya:

    “Saya ikut bantu baca yasinannya”.

    Seperti terhipnotis oleh prilaku beliau, tanpa banyak basa-basi lagi orang-orang pun langsung mengambilkan mukena beliau untuk dikenakannya untuk membaca Surat Yasin.

    Akhirnya beliau bareng jamaah-jamah membaca surat yasin bersama-sama hingga selesai pembacaan surat yasin. Namun beliau tiba-tiba saja langsung tidur kembali ditempat dan langsung meninggal saat itu juga. Para jamaah yang ada dirumah pun merasa takjub dan ada sebagaian diantaranya bahkan samapai menagis haru.

    Kemudian si ibu pun dikebumikan di komplek pemakaman umum di desanya. Bahkan ketika suaminya meninggal pun berpesan untuk dimakamkan dsisamping istrinya tercinta.

    Posted 3 months ago #

RSS feed for this topic

Reply

You must log in to post.